Fathimah Az-Zahra –Radhiallahu ‘Anha Sang Wanita Teladan..

Oleh: Abdullah Sholeh Hadrami

Fathimah Az-Zahra adalah puteri Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa
‘Ala ‘Alihi Wa Sallam dan ibunya adalah Khadijah binti Khuwailid –
Radhiallahu ‘Anha.

Fathimah –Radhiallahu ‘Anha adalah buah hati Rasulullah–Shallallahu
‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam dan pemimpin para wanita semesta
alam.

Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam
bersabda: “Fathimah adalah bagian dariku. Barangsiapa menyakitinya
berarti telah menyakiti aku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Fathimah –Radhiallahu ‘Anha hidup sederhana bersama suami tercinta
Ali bin Abi Thalib –Radhiallahu ‘Anhu. Tempat tidur mereka adalah
tikar dari kulit domba dan mereka hidup tanpa pembantu rumah tangga.

Ketika menikahi Fathimah –Radhiallahu ‘Anha, Ali bin Abi Thalib –
Radhiallahu ‘Anhu tidak mempunyai apa-apa selain baju besi buatan
Huthomiyyah yang dijadikan sebagai maharnya. (HR. Abu Dawud dan An-
Nasa’i, sahih)

Pernah suatu ketika Fathimah –Radhiallahu ‘Anha meminta kepada
Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam agar
diberikan kepadanya pembantu karena tangan beliau lecet disebabkan
alat penggiling tepung, akan tetapi Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi
Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam menolaknya dengan lembut dan mengajarkan
kepadanya dzikir sebelum tidur yang lebih baik dari pembantu, yaitu:
Membaca tasbih 33 x, tahmid 33 x dan takbir 34 x. (HR. Bukhari dan
Muslim).

Pada suatu hari Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi
Wa Sallam merangkul Fathimah, Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan dan Al-
Husain –Radhiallahu ‘Anhum dalam satu ikatan kain seraya bersabda:
“Ya Allah, mereka adalah Ahlul Bait-ku (keluargaku), ya Allah,
hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-
bersihnya.” (HR. Muslim dll).

Fathimah –Radhiallahu ‘Anha adalah seorang wanita yang taat, baik,
qana’ah (nriman), sabar dan selalu bersyukur kepada Allah –
Subhanahu Wa Ta’ala.

Ibunda Aisyah –Radhiallahu ‘Anha meriwayatkan bahwa suatu ketika
Fathimah datang kepada Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala
‘Alihi Wa Sallam dengan cara berjalan yang mirip Rasulullah–
Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam, lalu Rasulullah–
Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam menyambutnya seraya
berkata: “Selamat datang wahai puteriku”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibunda Aisyah –Radhiallahu ‘Anha bertutur: “Aku belum pernah
melihat seorangpun yang lebih mirip cara berbicara dan bertuturkatanya
dengan Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam
dari pada Fathimah. Apabila Fathimah datang, Rasulullah berdiri
menyambutnya dan menciumya, demikian pula yang dilakukan Fathimah
terhadap Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa
Sallam. (HR. Adz-Dzahabi dalam As-Siyar).

Menjelang wafat Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi
Wa Sallam memanggil Fathimah –Radhiallahu ‘Anha dan membisikinya lalu
Fathimah-pun menangis. Kemudian Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa
‘Ala ‘Alihi Wa Sallam memanggil dan membisikinya lagi lalu Fathimah
–Radhiallahu ‘Anha tersenyum.
Ibunda Aisyah –Radhiallahu ‘Anha menanyakan hal itu kepada Fathimah
–Radhiallahu ‘Anha dan Fathimah enggan menjawabnya, setelah
Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam wafat
barulah Fathimah menceritakannya. Pada bisikan pertama Rasulullah–
Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam memberitahunya bahwa
Beliau–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam hendak
meninggalkan dunia ini, dan inilah yang membuat Fathimah menangis.
Kemudian Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa
Sallam menghiburnya pada bisikan kedua bahwa Fathimah adalah keluarga
yang segera menyusulnya dan bahwa Fathimah adalah pemimpin para wanita
semesta alam lalu Fathimah-pun tersenyum gembira . (HR. Bukhari dan
Muslim).

Sayyidah Fathimah –Radhiallahu ‘Anha dari hasil penikahannya dengan
Ali bin Abi Thalib –Radhiallahu ‘Anhu dikarunia oleh Allah –
Subhanahu Wa Ta’ala enam orang anak, tiga laki-laki dan tiga
perempuan. Mereka adalah: Al-Hasan, Al-Husain, Muhsin, Zainab,
Ruqayyah dan Ummu Kaltsum –Radhiallahu ‘Anhum.

Sayyidah Fathimah –Radhiallahu ‘Anha adalah figur seorang ibu yang
menjadi madrasah bagi anak-anaknya sehingga lahirlah generasi yang
cerdas dan bertakwa kepada Allah serta bermanfaat bagi umat manusia.

Kedua putera beliau, Al-Hasan dan Al-Husain adalah pemimpin para
pemuda ahli surga. (HR. At-Tirmidzi dll, sahih).

Takala Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam
wafat, Fathimah –Radhiallahu ‘Anha gelisah dan menangis seraya
berkata: “Wahai ayah! Kami beritahukan kematianmu ini kepada Jibril,
Wahai ayah! Engkau penuhi panggilan Tuhan, Wahai ayah! Surga Firdaus
adalah tempat kembalimu!”

Setelah selesai penguburan jenazah Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi
Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam, Fathimah –Radhiallahu ‘Anha berkata
kepada sahabat Anas –Radhiallahu ‘Anhu: “Wahai Anas, apakah
kalian tega menimbunkan tanah kepada Rasulullah–Shallallahu ‘Alaihi
Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam?!“. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ya Allah, Saksikanlah Bahwa Kami Cinta Ahlul Bait Nabi-Mu–Shallallahu
‘Alaihi Wa ‘Ala ‘Alihi Wa Sallam!

Sumber : Hati Bening

About Bang_Pandi

Ahmad Yuli Afandi

Posted on 2 May 2010, in Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: